Berita

Suasana meriah di komplek apartemen kemang village residence

Mal Lippo Kemang membenarkan pembangunannya telah mengantongi seluruh perizinan. Pembangunannya juga bukan di atas wilayah resapan, melainkan permukiman komersial.

” Dalam membangun zona Kemang Village, PT Almaron Perkasa tetap mematuhi regulasi yang diresmikan pemerintah wilayah setempat. Saat sebelum melaksanakan pembangunan Kemang Village di atas lahan seluas 15, 5 ha yang diluncurkan pada 2007 Perseroan sudah mengantongi seluruh perizinan,” kata Humas PT Almaron Perkasa, Danang, kala dihubungi, Jumat( 26/ 2/ 2021).

” Cocok RTRW DKI Jakarta, zona Kemang Village ialah kawasan permukiman serta komersial. Perseroan membangun Kemang Village dengan konsep mixed use development. Bukan cuma apartemen yang mencakup 7 tower, melainkan pula pusat perbelanjaan, pusat hiburan, serta Sekolah Pelita Harapan. Kemang Village dibentuk bukan di atas tanah resapan serta zona tersebut telah dipunyai Perseroan berpuluh tahun saat sebelum Kemang Village mulai dibentuk,” lanjut Danang.

Danang menyebut, sepanjang 14 tahun berjalan, belum sempat terdapat yang menyoroti pembangunan mal tersebut. Malah, baginya, mal Kemang itu jadi salah satu pembangunan yang tidak mengganggu area.

” Sepanjang 14 tahun melaksanakan meningkatkan Kemang Village, belum sempat Perseroan dituduh jadi pemicu banjir. Pengembangan zona Kemang Village ialah salah satu contoh pembangunan yang tidak mengganggu area,” tuturnya.

Berikut ini uraian lengkap terpaut pembangunan Mal Lippo Kemang: Apartemen kemang village

1. Dalam membangun zona Kemang Village, PT Almaron Perkasa, tetap mematuhi regulasi yang diresmikan pemerintah wilayah setempat.

2. Saat sebelum melaksanakan pembangunan Kemang Village di atas lahan seluas 15, 5 ha yang diluncurkan pada 2007 Perseroan sudah mengantongi seluruh perizinan terpaut pemakaian tanah dalam rangka izin pemanfaatan ruang yang cocok dengan rencana tata ruang daerah( RTRW) DKI Jakarta, mulai dari izin posisi, izin pemakaian pemanfaatan tanah( IPPT) yang ialah dasar buat permohonan izin mendirikan bangunan( IMB), sampai analisis menimpa akibat area( amdal) serta persetujuan analisis akibat kemudian lintas( andalalin).

3. Cocok dengan RTRW DKI Jakarta, zona Kemang Village ialah kawasan permukiman serta komersial. Perseroan membangun Kemang Village dengan konsep mixed use development. Bukan cuma apartemen yang mencakup 7 tower, melainkan pula pusat perbelanjaan, pusat hiburan, serta Sekolah Pelita Harapan.

4. Kemang Village dibentuk bukan di atas tanah resapan serta zona tersebut telah dipunyai Perseroan berpuluh tahun saat sebelum Kemang Village mulai dibentuk.

5. Dalam proses pembangunan, PT Almaron Perkasa memenuhi Kemang Village dengan kolam retensi dengan lebar 40 m serta panjang 450 yang bisa menampung air dekat 110. 000 m kubik. Kolam dibentuk buat menampung luapan Kali Krukut yang berlokasi tidak jauh dari Kemang Village. Jadi kami malah menolong dalam menanggulangi dengan menampung luapan Sungai Krukut hingga kolam retensi penuh. Serta air itu tidak kami buang keluar sebab air itu setelah itu kami recycle( sarana WTP) buat kebutuhan gedung semacam penyiraman halaman, flushing wc dll.

Baca Juga : Tidak hanya Madu, Propolis Pula Mempunyai Khasiat buat Kesehatan Keluarga

6. Desain pembangunan Kemang Village tidak sempat menutup ataupun menimbun tanah yang terdapat, tetapi malah memperdalam permukaan tanah dengan tujuan buat membuat kolam retensi selaku bagian penanggulangan luapan Sungai Krukut.

7. PT Almaron Perkasa pula turun mengambil bagian dengan melaksanakan naturalisasi Sungai Krukut dengan memantapkan, memperdalam, serta melebarkannya dari tadinya selebar kurang dari 5 meter jadi 20 meter.

8. Sepanjang 14 tahun melaksanakan meningkatkan Kemang Village, belum sempat Perseroan dituduh jadi pemicu banjir. Pengembangan zona Kemang Village ialah salah satu contoh pembangunan yang tidak mengganggu area.