informasi pertanian tanaman

Aquaponik – Jenis Media

Media tumbuh memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga ikan dan tanaman tumbuh subur di aquaponik. Media inilah yang mendukung sistem akar tanaman dan menyediakan kehidupan tanaman dengan pasokan kelembaban yang kaya nutrisi secara konstan. Media aquaponik harus inert secara kimiawi, berpori, stabil, dan mudah diisi ulang. Ada beberapa media aquaponik, seperti sabut kelapa, tanah liat mengembang, batu sabak mengembang, kerikil, lumut gambut, perlite, rockwool, pasir, dan vermikulit. Masing-masing menyediakan karakteristik dan manfaat unik dalam proporsi yang berbeda.

Saat merencanakan tempat tidur penanaman aquaponik, kedalaman media tanam harus sekitar dua belas inci. Ini akan memberikan kedalaman yang cukup untuk mendukung sebagian besar kehidupan tanaman dan untuk mendorong perkembangan bakteri yang sangat baik. Kedalaman dua belas inci juga tidak perlu dibersihkan jika ekosistem yang sehat dan baik telah terbentuk, ia harus dapat merawat dirinya sendiri. Media ini juga harus inert, artinya tidak aktif secara biologis, tidak akan membusuk atau mengubah ph sistem. Media yang paling umum digunakan adalah pelet kerikil atau tanah liat, dan media yang lembam memungkinkan penyaringan terbaik dari limbah ikan dan kebersihan sistem secara keseluruhan.

Jika Anda memilih untuk menggunakan kerikil, diameternya harus 3/4 “hingga 1” untuk pertukaran udara yang optimal di dalam media untuk sistem akar tanaman. Penting juga bagi Anda untuk mengetahui dari mana kerikil itu berasal dan terbuat dari apa. Banyak jenis kerikil dapat melarutkan kapur dan elemen lain yang dapat mempengaruhi tingkat pH perairan dan berpotensi membunuh ikan, tumbuhan, dan bakteri.

Cara berkebun yang ramah lingkungan dan sehat. Berkebun Organik jauh dari berkebun selaras dengan alam. Menumbuhkan tanaman yang sehat dan produktif dengan cara yang lebih sehat bagi Anda dan lingkungan.